Siswa SMK Umar Fatah Rembang Meriahkan Lasem Batik Carnival 2013

Siswa SMK Umar Fatah Rembang Meriahkan Lasem Batik Carnival 2013

Untuk pertama kalinya Lasem Batik Carnival  digelar di kota Lasem yang terkenal dengan kerajinan khas batiknya, yakni batik tulis Lasem. Ratusan warga tumpah ruah memadati kanan kiri jalan dari Gapura Perumahan Madina Asri Jolotundo sampai Masjid Jami' Lasem yang berjarak hampir 1 km, Minggu (20/10/2013) sore.

Diiringi dengan hentakan music dari drum band SDN 2 Selopuro dan An Nasriyah ratusan muda mudi berkostum batik yang 90% dari siswa-siswi SMK TI Umar Fatah Rembang dengan desain yang beraneka ragam berlenggak-lenggok diatas jalan aspal menghibur warga yang penasaran ingin menyaksikan.

Ketua Festival Lasem Yon Suprayoga melalui Wakilnya Muhammad Nur Rohman yang merupakan Kepala Sekolah SMK Umar Fatah Rembang mengatakan bahwa tujuan dari Lasem Batik Carnival ini agar semakin mengangkat potensi Batik Lasem khususnya dan ikut mengangkat nama Lasem dari sisi tradisi dan budayanya.

“Batik Lasem Carnival ini diikuti oleh 62 orang yang memakai kostum batik besar dengan berbagai desain motif batik Lasem dan 230 orang figuran yang berbusana batik. Sementara semua pemeran Lasem Batik Carnival dari siswa-siswi SMK Umar Fatah Rembang,” ungkapnya

Sementara itu peran serta dari pengusaha batik Lasem, para seniman dan masyarakat Lasem juga besar dalam mensukseskan acara ini, sumbangsih dalam kepanitiaan dan kain batik lasem yang digunakan dalam karnaval menguatkan bagaimana rasa kekeluargaan dan satu visi mereka untuk mengangkat potensi Lasem sangat kuat.

Nur Rohman menambahkan untuk kendala dari Lasem Batik Carnival yang pertama ini adalah waktu yang cukup singkat dalam persiapan sehingga dalam desain kostum kurang maksimal. Namun tahun depan dia yakin gelaran ini akan semakin baik dan lebih besar lagi.

Hendrik Siswoyo (24) warga desa tuyuhan Kecamatan Pancur mengaku sengaja meluangkan waktunya untuk menyaksikan karnaval batik yang pertama kali digelar ini, wanita-wanita berbusana batik yang didisain seperti busana Ratu membuatnya tertarik untuk foto bersama.

Di garis finish Lasem Batik Carnival ada sopir tronton yang juga cukup antusias untuk mengabadikan momen yang sangat langka ini, Rohman sopir truk yang mengangkut Argon warga Probolinggo terlihat turun dari truk untuk merekam jalannya karnaval dengan menggunakan telepon genggamnya.

“Sebenarnya terganggu karena jalan menjadi macet, namun kita harus saling toleransi, apalagi karnaval ini bagus. Apalagi saya baru pertama kali menyaksikan Karnaval batik seperti ini, ya sangat menghibur sekali jadi terhambat sebentar tidak masalah,” ujarnya.